Wednesday, March 30, 2011

Indonesia - Negara Kaya Minyak??

Indonesia - Negara Kaya Minyak??
http://politik.kompasiana.com/2011/01/12/indonesia-negara-kaya-minyak/


Kekayaan minyak suatu negara diukur dari “proved reserve” atau “cadangan terbukti” yang dimiliki negara tersebut, dimana “proved reserved” adalah cadangan minyak yang memiliki kemungkinan lebih besar dari 90% untuk bisa diangkat kepermukaan bumi untuk diproduksikan dan bisa dimanfaatkan secara komersial

Proses panjang dan mahal untuk bisa menetapkan cadangan minyak terbukti, harus melewati suatu preliliminary study , reconnnaissance survey yang mempelajari kodisi regional geology akan potensi minyak bumi, yang kemudian dilanjutkan dengan study Geology dan Geophysic (G&G study) secara detail dengan melakukan penyelidikan geologi lapangan, gravimetri, magnetometry, seismic survey 2D atau 3 D (2 Dimensi atau 3 Dimensi), untuk mendapatkan gambaran struktur lapisan bawah tanah dan formasi struktur batuan yang memungkinkan minyak bumi terperangkap di struktur tersebut, dan menetapkan dimana titik pemboran eksplorasi diatas permukaan bumi harus dilakukan.

Biaya G&G survey bisa menghabiskan puluhan juta dollar, tergantung daerah, region atau lokasi dilakukannya survey, dan bila hasil survey meragukan, seringkali diambil keputusan untuk tidak dilanjutkan walaupun sudah memakan biaya puluhan juta dollar.

Pada saat ini formasi sumur minyak dangkal (kurang dari kedalaman 1,000mtr diseluruh muka bumi hampir 95% sudah diketahui dan diproduksikan dan pencaharian minyak bumi beranjak ke sumur dalam di daratan maupun dilautan, dimana untuk mebuktikannya setelah dilakukan G&G survey harus dilakukan pemboran eksplorasi.

“Nobody can guarantee there is an oil before you drill” - sebelum dilakukan pemboran tidak seorangpun bisa menjamin bahwa disuatu tempat ada minyak…dan biaya pemboran eksplorasi dengan resiko keberhasilan 80:20 (dari 10 sumur yang dibor kemungkinan suksesnya hanya 2 sumur), bisnis eksplorasi dan produksi minyak bumi (E&P migas), adalah bisnis yang beresiko tinggi dan amat mahal biayanya.

Biaya pemboran eksplorasi dengan kedalaman sekitar 1000 mtr didarat akan memakan biaya antara $5-10 juta, sedangkan dilautan sekitar $10-15juta, dan uang ini akan hangus bila tidak diketemukan minyak.

Untuk memastikan jumlah cadangan bila sumur eksplorasi berhasil paling tidak harus dibor lagi 2 sumur deliniasi dan bila sudah bisa dipastikan sebaran dan jumlah cadangan baru dilakukan perencanaan pemboran eksploitasi, perencanaan fasilitas produksi, penampungan dan distribusi secara komersial. Ini semua membutuhkan investasi yang nilainya bisa mencapai ratusan juta dollar.

Tingginya resiko dan mahalnya biaya dalam proses pencaharian dan eksplorasi untuk menemukan cadangan minyak bumi memunculkan pomeo dikalangan “oil hunter” dan pengusaha minyak bumi, mereka mengatakan bahwa : “nothing sure in the oil business, the only sure is a gambling!!”. Karena sampai saat ini belum ada teknologi yang memastikan adanya minyak bumi dibawah tanah sebelum dilakukan pemboran.

Bila Ontorejo anak Bima yang bisa ambles bumi hidup didunia nyata, mungkin dia kan kaya raya karena dikontrak tanpa henti untuk mencari minyak..?

Indonesia pada saat ini yang memiliki populasi penduduk sekitar 240 juta jiwa, tercatat memiliki cadangan minyak bumi sekitar 4 milyar barrel (1 barrel = sekitar 150 liter), jadi perkepala penduduk Indonesia saat ini memiliki kekayaan cadangan minyak sekitar 16 barrel atau sekitar 2,400 liter saja.

Diantara 5 besar negara memiliki populasi penduduk tertinggi didunia, dari aspek cadangan minyak, penduduk Indonesia masih lebih beruntung dibanding China dan India, dimana rakyat China per kepala hanya memiliki sekitar 15 barrel sedangkan India hanya sekitar 5 barrel.
Menyadari keterbatasannya akan cadangan minyak dan mengantisipasi kebutuhan pasokan minyak dalam negeri saat ini China sangat agresive melakukan ekspansi melakukan investasi untuk mengontrol cadangan cadangan minyak diluar daratan China.


Bagaimana posisi kekayaan cadangan minyak Indonesia diantara negara-negara Asean ? Mari kita lihat tabel dibawah ini :

Ternyata dari aspek cadangan minyak terbukti, rakyat Brunei yang terkaya memiliki sekitar 2800bbl per kepala, kemudian disusul oleh Timor Leste, Malaysia dan Indonesia berada diperingkat ke 5 setelah Vietnam dan rakyat Indonesia adalah pemakai minyak tertinggi diantara negara Asean sekitar 1.1 juta barrel per hari.

Pada hari ini Indonesia telah menjadi negara net importer minyak, saat ini perhari Indonesia Import minyak mentah (crude oil) dari Timur Tengah sekitar 400,000 barrel per hari untuk pasokan kilang minyaknya dan impor white product (produk jadi) yang berupa premium, solar dan kerosene sekitar 300- 400,000 barrel per hari.

Bila tidak ditemukan lagi cadangan minyak baru di Indonesia, cadangan terbukti sekitar 4 milyar barrel bila diproduksikan sekitar 1 juta barrel,.. maka sekitar 10-15 tahun lagi minyak mentah Indonesia akan terkuras habis dan kan menjadi 100% importer minyak mentah dan bila dibanding dengan Brunei, Timor Leste dan Malaysia cadangan minyak mentah rakyat Indonesia terlihat jauh lebih miskin..!!

Paradigma ”Indonesia Negara Kaya Minyak”, harus dirubah, kita harus kerja keras untuk mengantisipasi kebutuhan akan minyak dan energi pada umumnya dimasa depan, dengan segala upaya mendorong investasi untuk pencaharian sumber-sumber baru, membangun strategi kebijakan Strategic Petroleum Reserve dan kebijakan energi nasional serta melakukan disversifikasi sumber energy. Untuk itu dibutuhkan suatu kebijakan yang jelas dan tegas dari kepemimpinan nasional dan para penyelenggara negara yang kuat dan berwibawa.

Gadok, 12/01/11 wrote by Boedi Tjahjono



Boedi Tjahjono
January 12 at 7:49pm · Like · Dislike · Report
Nina Herlina, Denni Hopkins Full II, Hendarmin Ranadireksa and 5 others like this.
Nurul Candrasari Masykuri Paradigma ”Indonesia Negara Kaya Minyak”, harus dirubah, kita harus kerja keras untuk mengantisipasi kebutuhan akan minyak dan energi pada umumnya dimasa depan..setuju..BOSS' apakbr dear mas Boedi my sweet smart brother ? hopefully always with GOOD NEWS ya
January 12 at 7:50pm · Like · 1 person
Raya Langit Rokibbah ya setuju...tapi pemborosan minyak...dan tempat permainan minyak..akhirnya ya jd kekurangan minyak...hehehehhehe
January 12 at 7:53pm · Like
Boedi Tjahjono Raya Langit> ..inna lilahi wa inna lilahi rojiun...
January 12 at 8:06pm · Like · 1 person
Boedi Tjahjono Mbak Nurul> NO NEWS ITS MEAN GOOD NEWS..thanks mbak
January 12 at 8:07pm · Like · 1 person
Raya Langit Rokibbah ya pak budi itulah politik dagang yg malah mndagangkan bukan hasil buminya jg sumberdayanya tp malah menjualkan kekayaan negeranya sendiri..akhirnya bnyk anak bangsa yg serba kekurangan...hehehehhee
January 12 at 8:10pm · Like
Boedi Tjahjono Bung Raya> ..pedagang itu tujuannya memang cari untung... jadi jangan disalahkan...kita seharusnya harus bisa berdagang lebih lihay lagi... dan berusaha keras agar jadi makmur dan kaya...
January 12 at 8:12pm · Like
Raya Langit Rokibbah ya bnr pak budi...tp bukan berarti didagangin semuanyanya akhir bukan diperdagangkan eh malah tergadaikan...nasib oh nasib...malah jadi ketinggalan sma negara india dan china....hehehehhee
January 12 at 8:14pm · Like · 1 person
Boedi Tjahjono Lah..minyak dibor dari perut bumi kan memang dengan tujuan jadi produk yang bisa diperdagangkan,,he,,he... bukan untuk mandi minyak...??
January 12 at 8:16pm · Like
Raya Langit Rokibbah pak budi ya betul...makanya bnyk juragan minyak ya selalu main minyak bulus ya dimasukin jadi akal bulus...hahahhahaha
January 12 at 8:31pm · Like

No comments:

Post a Comment

Post a Comment